Menghadapi Peserta Didik (Slow Learner)


Ilustrasi slow learner oleh www.dnaindia.com

Ilustrasi slow learner oleh www.dnaindia.com

Proses pembelajaran selalu dihadapkan pada beragam permasalahan seperti rasio guru-siswa, waktu, kondisi sosial budaya lingkungan siswa, dan lain sebagainya. Itu sudah umum kita ketahui dan tegantung kita menanggapinya seperti apa, dengan kemampuan adaptasi yang baik, masalah akan menjadi lebih sedikit dan proses akan menjadi lebih mudah, sebagai guru yang profesional apa pun permasalhan tersebut tetap akan dijalani, oleh karenanya peningkatan mutu pendidikan menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting, kita tidak harus terhalang oleh permaslahan-permasalahan yang siap menghadang, Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Setiap anak memiliki daya tangkap dan daya serap yang berbeda. Ada yang lambat, ada yang cepat. Cara mendidik pun dengan demikian harus memperhatikan tingkat kemampuan anak tersebut. Tanpa memperhatikan hal itu, maka proses belajar pun jadi tak menarik. Perbedaan potensi pada siswa selalu menjadi isu yang tiada habisnya untuk dibahas. sebagian besar masalah yang mengemuka adalah adanya beberapa siswa yang diidentifikasi sebagai “slow learner”. Siapakan slow learner itu?

Slow learner atau anak lambat belajar adalah mereka yang memiliki prestai belajar rendah (di bawah rata-rata anak pada umumnya) pada salah satu atau seluruh area akademik, tapi mereka ini bukan tergolong anak terbelakang mental. Terus bagaimana perlakuan kita sebagai pendidik terhadap siswa yang mengalami “slow learner” ini ?

Mereka harus diberi perlakuan yang sesuai dengan kapasitasnya, Memahami dan mempelajari pelajaran mungkin penting bagi mereka, namun akan lebih penting lagi bagi mereka memperolah pendidikan yang pas dengan kapasitas dan potensi mereka. Dengan demikian perlu kiranya seorang pendidik yang menemui peserta didik anak slow learner, untuk melihat potensi lain selain dari hal-hal yang sifatnya akademis, yang dapat dikembangkan dan bermanfaat bagi masa depan anak slow learnertersebut.

Namun terkadang ada pula masalah yang ditimbulkan oleh “very fast learner” (sangat pintar, bahkan terkadang lebih pintar dari guru). Dan bagaimana juga kita harus menanggapinya ?

Kita sebagai pengajar seharusnya menghargai setiad siswanya, meskipun ada siswa yang diberi ilmu lebih dari pada gurunya sebaiknya kita bersippak sewajarnya saja karena nantai ada kecemburua sosial tehadap siswa yang slow learner, karena ada siswa yang slow learner dan juga very fast learner sebenarnya mereka bisa belajar dengan sesamanya dengan membuatkan kelompok-kelompok atau membimbing mereka untuk tambahan bagi siswa yang slow learner jadi mereka ada saling keterkaitan yang tadinya siswa slow learner dapat belajar dari siswa yang very fast learner, tetapi perlu diingat jangan sampai ada yang merasa dianak tirikan dan guru disini jangan hanya diam saja melihat tetapi seharusnya membimbing dan mengajar sebagai guru yang profesional.

Download file : 1206012_FERIDI_esay_slow_learner.doc