Workshop Program Damai di Dunia Maya 2015 Bandung 2


Foto Bersama Indonesian BackTrack Team. (saya urutan ke 2 dari sebelah kanan)

Foto Bersama Indonesian BackTrack Team. (saya urutan ke 2 dari sebelah kanan)

Hati-hati! Kelompok Radikal Sebar Kebencian di Dunia Maya

BANDUNG, (PRLM).-Kelompok radikal teroris selama ini menebar pesan kebencian, penghasutan serta ajakan kekerasan di dunia maya sudah sangat meresahkan. Mereka selama ini telah menjadikan media internet sebagai media propaganda sekaligus rekruitmen keanggotaan.

“Kegiatan ini untuk mencegah timbulnya propaganda yang terus dilakukan kelompok radikal terorisme di dunia maya yang dapat menyesatkan masyarakat terutama kaum pemuda, membuat kami dari BNPT berperan aktif untuk mengajak para pemuda terutama pecinta dunia maya untuk memerangi hal-hal tersebut,” ujar Hamidin usai membuka workshop, di Hotel Grand Royal Panghegar, Jl. Merdeka, Bandung, Jumat (3/7/2015).

Workshop tersebut bertemakan “Program Damai di Dunia Maya Dalam Rangka Pencegahan Terorisme di Jawa Barat oleh BNPT terhadap mahasiswa, blogger dan komunitas dunia maya dan beberapa ormas di Bandung, sekaligus memberikan pemahaman kepada generasi muda untuk menggunakan teknologi internet secara baik dan benar.

Dikatakan Hamidin, kelompok teroris lebih memilih dunia maya sebagai sarana untuk menyebarkan paham mereka dikarenakan kemudahan untuk dapat di akses dimana saja dengan biaya yang murah dan kontrol yang lemah.

“Dimana saja mereka bisa mengaakses, tidak memerlukan banyak biaya dan publikasinya tanpa memerlukan ijin dari pemerintah, yang menyebabkan lemahnya kontrol terhadap dunia cyber selama ini,” ujar pria yang pernah menjadi Kapolres Jakarta Pusat dan Tangerang ini.

Melalui kegiatan ini pula pihaknya berharap agar para pemuda dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan perdamaian melalui teknologi, menjadi duta perdamaian yang mampu menyuarakan perdamaian anti terorisme dan cinta NKRI.

Karena, menurut Hamidin, selain memberikan pemahaman untuk mencintai perdamaian di dunia maya, BNPT menurutnya juga mengajak kepada generasi muda peserta workshop untuk mau meramaikan perdamaian melalui situs portal damai yang dikelola oleh BNPT yakni www.damai.id.

“Tujuan lain dengan digelarnya acara ini yakni untuk memperkenalkan portal damai yang dikelola oleh BNPT sebagai media penghubung antar komunitas dalam membentuk jejaring damai di dunia maya sehingga kami berharap para peserta bisa memberikan tulisan yang memberikan nuansa damai kepada masyarakat,” ujarnya.

Dirinya menambahkan bahwa jumlah situs bernuansa kekerasan yang mengarah kepada terorisme di dunia ini semakin lama juga semakin bertambah pesat.

“Berdasarkan data yang kami miliki, di tahun 1998 cuma ada 12 situs teroris, lalu di tahun 2004 meningkat menjadi 2.400 an situs dan di tahun 2041 naiknya sangat drastis, yakni sebanyak 9.300 an situs teroris,” katanya.

Sementara itu Walikota Bandung, Ridwan Kamil dalam sambutan yang dibacakan staf pemkot Bandung, Ajat Sudrajat mengatakan kalau pihaknya sangat mendukung kegiatan workshop yang dlakukan BNPT tersebut yang juga merupakan bagian dari pencegahan terorisme di Jawa Barat.

“Kami sangat mengapresiasi dengan adanya workshop ini. Karena dunia maya selama ini telah dimanfaatkan oleh para pelaku-pelaku terorisme sebagai alat propaganda yang ampuh dalam merekrut anggota simpatisan dan menyebarluaskan ajarannya hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Jadi apa yang dilakukan BNPT ini sebagai upaya untuk menciptakan suasana damai dan kondusif,” ujarnya.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa selama ini BNPT telah melakukan tindakan pencegahan tindak kejahatan terorisme secara sistematis terstruktur dan terkoordinasi dengan baik bersama Detasemen Khusus 88 sebagai eksekutor.

“Untuk itu kami berharap forum ini bisa menjadi sarana informasi dan tukar pikiran untuk dapat menghasilkan para lulusan yang kreatif, inovatif dan produktif dalam upaya melindungi dan menjamin keamanan serta ketentraman masyarakat NKRI khusunya di Jawa Barat tentang bahaya terorisme melalui dunia maya,” ujarnya.

Dalam acara workshop tersebut diikuti kurang lebih 200 peserta. Beberapa perguruan tinggi yang ikut, yakni dari UPI, Unpad, ITB, Unjani, BSI dan beberapa perguruan tinggi lain dan juga komunitas dunia maya seperti Indonesia Backtract Team wilayah Jawa Barat mengikuti kegiatan tersebut. (Yedi Supriadi/A-89).

Saya (Sebelah Kanan) dan Teman Saya Sesama Anggota IBT (indonesian backtrack team)

plakat ibt

Pemberian Plakat kepada perwakilan Indonesian BackTrack Team

Sumber:

Pikiran Rakyat

Indonesian BackTrack Team